Prabumulih, (Kemenag Sumsel) – MAN 1 Kota Prabumulih kembali membuktikan kelasnya sebagai madrasah pencetak generasi berprestasi dan bermental juara. Kali ini, kontingen mereka sukses mencuri perhatian publik setelah sukses memborong berbagai trofi juara dalam ajang bergengsi Smanli Frenzy, sebuah event tahunan akbar yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 5 Prabumulih.
Kompetisi ketat yang diikuti oleh berbagai sekolah tingkat menengah atas se-kota Prabumulih ini menjadi saksi ketangguhan delegasi MAN 1 Prabumulih. Tidak tanggung-tanggung, mereka sukses membawa pulang penghargaan di beberapa cabang perlombaan bergengsi sekaligus!
Berikut adalah deretan piala yang berhasil diboyong pulang: Juara 2 Lomba Pertolongan Pertama (PP) Tingkat SMA, Juara 2 Lomba Teknik Baris Berbaris (LTBB) Putri Tingkat SMA, Juara 3 Semaphore Dance Tingkat SMA, dan Best Danton (Komandan Peleton Terbaik) Tingkat SMA
Keberhasilan luar biasa ini langsung mendapat sambutan hangat dan penuh rasa bangga dari Kepala MAN 1 Kota Prabumulih, Ibu Nely Septiana. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang telah berjuang habis-habisan di lapangan, serta para pembina yang tanpa lelah memberikan bimbingan terbaiknya.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan anak-anak kita. Saya sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya perjuangan seluruh siswa dan guru pembina,” ujar Ibu Nely Septiana.
Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan memborong berbagai gelar juara di event SMAN 5 Prabumulih ini diharapkan tidak membuat siswa cepat puas, melainkan menjadi bahan bakar motivasi baru.
“Semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa MAN 1 Prabumulih untuk terus mengasah bakat dan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kita buktikan bahwa madrasah bukan cuma unggul di bidang keagamaan, tapi juga siap bersaing dan jadi trendsetter di segala bidang!” tegasnya optimis.
Dengan pencapaian gemilang ini, MAN 1 Kota Prabumulih semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai sekolah pilihan utama bagi masyarakat yang menginginkan keseimbangan antara prestasi akademik, keterampilan non-akademik, dan karakter yang kuat.(Luci/Ana)