Prabumulih, (Kemenag Sumsel) — Antusiasme luar biasa mewarnai hari kedua Workshop Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Acara yang berlangsung Sabtu kemarin (1/8) ini tidak hanya menarik perhatian para pendidik, tetapi juga mendapatkan apresiasi serta dukungan penuh dari Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Prabumulih, Nely Septiana, yang terlihat hadir dan mengikuti jalannya workshop .
Kehadiran beliau menegaskan komitmen kuat MAN 1 Kota Prabumulih dalam terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga kaya akan nilai-nilai karakter.
Memulai sesi pagi pukul 08.00 WIB, suasana langsung terasa hangat dengan paparan materi dari tokoh pendidikan Sumatera Selatan, Dian Ekawati. Beliau, yang juga menjabat sebagai Ketua APPAUDI Provinsi Sumatera Selatan, membawa perspektif baru dalam dunia pendidikan modern.
Dalam pandangan beliau, penyusunan modul ajar bukan sekadar urusan administrasi, melainkan media untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan.
“Capaian pembelajaran harus diselaraskan dengan pendekatan KBC,” tegas Dr. Dian Ekawati.
“Kita tidak boleh hanya terpaku pada angka dan materi akademis. Proses edukasi yang sejati adalah ketika kita mampu membentuk karakter murid yang penuh kasih sayang. Dari situlah, kecintaan mereka terhadap belajar akan tumbuh secara alami.”
Para peserta tampak menyimak dengan saksama dan aktif berdiskusi mengenai strategi pengintegrasian nilai-nilai KBC ke dalam modul ajar di tingkat madrasah.
Setelah jeda Istirahat, Sholat, dan Makan (Ishoma), sesi siang dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan agenda praktik langsung ( hands-on workshop ). Ini adalah momen krusial di mana para guru, didampingi oleh instruktur, mulai merancang dan menyusun modul ajar mereka.
Tidak lagi sekadar teori, para peserta ditantang untuk menuangkan pemahaman mereka tentang KBC ke dalam lembar kerja mereka. Mereka saling berkolaborasi, bertukar ide, dan merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada pengembangan potensi anak secara utuh.
Melalui workshop ini, harapan besar digantungkan agar modul ajar berbasis KBC yang telah disusun tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan secara nyata oleh para guru di unit tugas masing-masing, termasuk di MAN 1 Kota Prabumulih, guna mewujudkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter mulia. (Luci/Ana)