Prabumulih, (Kemenag Sumsel) — Aula MAN 1 Kota Prabumulih menjadi lokasi pembukaan Workshop Penyusunan Modul Ajar pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi guru dalam penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Prabumulih, H. Muhammad Maki. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi pendidik madrasah di tengah dinamika perkembangan kurikulum dan kebutuhan peserta didik modern.
“Guru madrasah hari ini dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan berkarakter. Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ini menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat,” tegas Muhammad Maki.
Selaku tuan rumah, Kepala MAN 1 Kota Prabumulih, Neli Septiana, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan serta antusiasme seluruh peserta. Ia menegaskan komitmen MAN 1 Kota Prabumulih untuk terus menjadi wadah peningkatan kapasitas pendidik.
” Workshop ini merupakan momentum berharga bagi kita semua untuk saling belajar dan menyelaraskan persepsi dalam menyusun modul ajar yang aplikatif. Kami berharap seluruh keluaran (output) dari kegiatan ini dapat langsung diimplementasikan di ruang kelas,” ujar Neli.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Kota Prabumulih, Muhammad Amin, serta Pengawas Madrasah, Sihabuddin. Kehadiran jajaran pimpinan dan pengawas tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta untuk mengikuti pelatihan secara optimal.
Tampak hadir pula sejumlah Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di lingkungan Kota Prabumulih guna memberikan dukungan penuh terhadap penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini, diikuti oleh 54 guru lintas jenjang. Selama kegiatan, para peserta dibekali pemahaman mendalam serta pendampingan praktis dalam menyusun modul ajar sesuai standar kurikulum terkini untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, bermakna, dan berorientasi pada penguatan karakter siswa. (Luci/Ana)