Prabumulih, (Kemenag Sumsel) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Prabumulih secara resmi memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 pada hari ini, Selasa (2/6). Langkah monumental ini menandai era baru dunia pendidikan di Kota Seinggok Sepemunyian, di mana proses evaluasi belajar kini sepenuhnya bermigrasi ke ekosistem digital melalui pemanfaatan aplikasi inovatif bernama SAMANPRA.
Ujian berbasis teknologi yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI ini dijadwalkan berlangsung intensif mulai tanggal 2 hingga 10 Juni 2026. Pelaksanaan ASAS tahun ini dibuka secara langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Prabumulih, yang hadir memberikan dukungan penuh terhadap akselerasi teknologi di lingkungan madrasah.
Dalam arahannya saat membuka kegiatan, pihak Kementerian Agama memberikan apresiasi tertinggi atas konsistensi MAN 1 Kota Prabumulih dalam melakukan inovasi di bidang pendidikan. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata adaptabilitas madrasah terhadap dinamika zaman yang menuntut efisiensi tinggi serta transparansi dalam setiap lini sistem pembelajaran.
“Dengan SAMANPRA kita tidak hanya menghemat penggunaan kertas (paperless), tetapi juga melatih siswa untuk adaptif terhadap teknologi. Sistem ujian acak dan pemantauan real-time di aplikasi ini sangat membantu menjaga integritas serta kejujuran siswa selama ujian berlangsung,” ujarnya dalam acara pembukaan tersebut.
Di tempat terpisah, Kepala MAN 1 Kota Prabumulih, Nely Septiana, menegaskan bahwa penerapan aplikasi SAMANPRA ini bukan sekadar alat transisi dari kertas ke layar digital, melainkan sebuah lompatan besar dalam membangun karakter siswa di era modern. Menurutnya, dampak dari digitalisasi ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para orang tua siswa.
“Kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang bermutu dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui SAMANPRA, orang tua dapat merasa lebih tenang karena sistem ini menutup celah kecurangan secara sistemik. Keamanan data ujian, objektivitas nilai, dan kecepatan pengolahan hasil ujian menjadi keunggulan utama kami,” ujar Nely Septiana saat memantau jalannya hari pertama pelaksanaan ujian.
Nely juga menambahkan bahwa efisiensi biaya operasional yang didapat dari kebijakan paperless ini nantinya dapat dialokasikan untuk peningkatan fasilitas digital dan kesejahteraan program edukasi siswa lainnya. Upaya ini memosisikan MAN 1 Kota Prabumulih sebagai pionir madrasah digital di Sumatera Selatan yang siap mencetak generasi unggul berkarakter kuat dan tanggap teknologi.
Berikut adalah 4 dampak besar yang dibawa oleh inovasi SAMANPRA bagi masyarakat dan lingkungan: kelestarian lingkungan ( eco-friendly ): reduksi signifikan penggunaan kertas secara masif, mendukung gerakan global penyelamatan lingkungan hidup dan pengurangan emisi karbon. Integritas akademik tinggi: algoritma acak soal yang canggih mencegah potensi kecurangan antarsiswa, menjamin hasil ujian yang objektif dan melahirkan lulusan yang jujur. Serta efisiensi anggaran pendidikan: penghematan biaya cetak, penggandaan, dan distribusi kertas ujian dialihkan untuk pengembangan kualitas sarana dan prasarana belajar mengajar. Dan kesiapan kerja ( future-ready ): siswa terbiasa berinteraksi dengan sistem manajemen instruksional modern, sebuah modal penting bersaing di dunia perkuliahan dan industri digital.
Hari pertama pelaksanaan ASAS Genap dengan aplikasi SAMANPRA terpantau berjalan tertib tanpa kendala teknis yang berarti. Seluruh siswa tampak fokus menghadapi gawai dan perangkat komputer masing-masing, dikawal oleh sistem pengawasan ketat yang terintegrasi langsung di ruang kendali digital madrasah. (Luci/Ana)