Prabumulih, (Kemenag Sumsel) – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 pada Sabtu, 2 Mei, terasa lebih istimewa bagi dunia pendidikan di Kota Prabumulih. Halaman MAN 1 Kota Prabumulih mendadak riuh dengan semangat persaudaraan, menjadi saksi bisu berkumpulnya keluarga besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Prabumulih untuk merayakan hari besar bagi insan pendidik.
Upacara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, melainkan menjadi panggung “reuni” yang hangat bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga Non-ASN di lingkungan Kemenag Prabumulih.
Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Prabumulih, Muhamad Makki, sebagai inspektur upacara memberikan suntikan motivasi tersendiri. Dampingi langsung oleh Kepala Madrasah MAN 1 Kota Prabumulih, Nely Septiana, yang bertindak sebagai tuan rumah, keduanya tampak kompak menyambut para peserta upacara dengan senyum hangat, mencairkan suasana pagi yang syahdu.
Dalam arahannya, Muhamad Makki mengajak seluruh elemen pendidikan untuk tidak sekadar menuntaskan kewajiban mengajar. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah napas bagi kemajuan peradaban kota.
“Hardiknas tahun ini bukan hanya soal mengenang sejarah, tapi soal bagaimana kita, sebagai keluarga besar Kemenag, bisa menjadi penggerak perubahan. MAN 1 hari ini telah membuktikan bahwa kolaborasi dan semangat kebersamaan adalah kunci utama pendidikan yang maju,” ujar Makki di sela-sela kegiatan.
Nely Septiana, selaku Kepala MAN 1 Kota Prabumulih, mengungkapkan rasa bangganya melihat madrasahnya menjadi pusat perayaan hari bersejarah ini. Baginya, terpilihnya MAN 1 sebagai lokasi upacara adalah bukti kepercayaan sekaligus tantangan untuk terus berbenah.
“Kami sangat senang bisa menjamu rekan-rekan seperjuangan dari seluruh lingkungan Kemenag Kota Prabumulih. Energi positif yang hadir hari ini semoga menular ke ruang-ruang kelas, membuat anak didik kita semakin semangat dalam menuntut ilmu,” tutur Nely dengan penuh optimisme.
Suasana usai upacara pun tampak mencair. Tidak ada sekat antara atasan dan bawahan; semua melebur dalam perbincangan akrab dan hangat. Peringatan Hardiknas di MAN 1 Kota Prabumulih kali ini memang berhasil menciptakan kesan mendalam: bahwa kemajuan pendidikan di Kota Prabumulih tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus digerakkan bersama dengan hati.
Keberhasilan penyelenggaraan upacara ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan pendidikan di tahun 2026. Dengan semangat yang baru, pendidikan di kota ini diharapkan tidak hanya mencetak generasi yang pintar, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan zaman. (Luci/Ana)