Prabumulih, (Sumsel Kemenag) – Guna menumbuhkan rasa cinta tanah air dan pemahaman sejarah yang mendalam, guru MAN 1 Kota Prabumulih menerapkan metode pembelajaran inovatif melalui role playing (bermain peran) dalam mata pelajaran Sejarah. Melalui pendekatan ini, murid tidak hanya menghafal tanggal dan tokoh sejarah, tetapi juga merasakan langsung dinamika perjuangan para pahlawan bangsa.
Guru Sejarah MAN 1 Kota Prabumulih, Andy Harry Kusuma, menyampaikan bahwa metode ini dirancang untuk menghidupkan kembali peristiwa masa lalu di dalam kelas. Menurutnya, pembelajaran interaktif ini terbukti efektif meningkatkan empati dan nasionalisme murid.
“Pelajaran mendalam melalui bermain peran dapat menumbuhkan rasa patriotisme melalui mapel sejarah. Saat murid memerankan sosok pahlawan atau situasi perjuangan, mereka belajar memahami nilai pengorbanan, kepemimpinan, serta keteguhan hati yang menjadi pondasi bangsa ini,” ujar Andy.
Suasana kelas tampak hidup saat para murid membawakan reka ulang momen-momen bersejarah dengan penuh penghayatan. Pengalaman langsung ini dinilai memberikan kesan mendalam yang sulit didapatkan dari sekadar membaca buku teks.
Kepala MAN 1 Kota Prabumulih, Nely Septiana, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pembelajaran yang terus dikembangkan oleh para guru di lingkungan madrasah.
“Kami sangat mendukung metode pembelajaran yang adaptif dan bermakna seperti ini. Penanaman nilai patriotisme sejak dini sangat krusial, dan melalui metode bermain peran, karakter nasionalisme murid terbentuk secara alami dan menyenangkan,” tegas Nely.
Melalui inovasi pembelajaran ini, MAN 1 Kota Prabumulih berkomitmen untuk terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki rasa bangga dan cinta yang kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Luci/Rndy)