Prabumulih, (Kemenag Sumsel) — Nuansa asri dan sarat nilai spiritual menyelimuti lingkungan MAN 1 Kota Prabumulih pada Rabu pagi (2/9/2026). Bertempat di area instalasi depan masjid madrasah, digelar kegiatan peninjauan dan panen pemeliharaan sayuran pokcoy hidroponik yang tumbuh subur dan hijau.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN 1 Kota Prabumulih, Nely Septiana, didampingi jajaran pimpinan yakni Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Waka Humas, serta Waka Sarana dan Prasarana (Sapras), bersama jajaran pegawai dan dewan guru.
Keberhasilan budidaya hidroponik ini merupakan buah kerja keras Waka Sapras, Zulkipli, yang menginisiasi dan mengawal pengembangannya secara intensif bersama para pegawai serta guru lainnya. Program ini dikemas sebagai bentuk manifestasi ekoteologi—sebuah konsep yang mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Kepala MAN 1 Kota Prabumulih, Nely Septiana, mengapresiasi tinggi dedikasi tim Sapras dan seluruh pihak yang terlibat.
“Lingkungan pendidikan Islam adalah pusat peradaban dan edukasi. Melalui panen pokcoy hidroponik berbasis ekoteologi hasil kerja keras Pak Zulkipli dan tim ini, kita mengajarkan kepada anak-anak bahwa mencintai serta menjaga bumi adalah bagian tak terpisahkan dari iman,” ujar Nely di sela-sela peninjauan.
Jajaran pimpinan dan guru tampak antusias memeriksa kualitas nutrisi air serta memetik daun-daun pokcoy yang segar. Hasil panen ini rencananya akan dimanfaatkan untuk internal madrasah sekaligus menjadi percontohan edufarm berbasis nilai-nilai Islam bagi lingkungan sekitar. (Luci/Rndy)